{"id":10358,"date":"2019-12-31T13:24:21","date_gmt":"2019-12-31T13:24:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=10358"},"modified":"2019-12-31T13:24:21","modified_gmt":"2019-12-31T13:24:21","slug":"squirting-cucumber-care-toxicity-and-uses","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/science\/botany\/squirting-cucumber-care-toxicity-and-uses\/","title":{"rendered":"Mentimun Sembur: Aneh Tapi Berbahaya"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Mentimun Sembur: Tanaman Aneh dan Berpotensi Berbahaya<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tinjauan<\/h2>\n\n<p>Mentimun sembur, juga dikenal sebagai mentimun meledak, adalah tanaman unik dan menarik yang menarik perhatian dengan metode penyebaran benihnya yang eksplosif. Termasuk dalam genus Ecballium, tanaman merambat tahunan ini dicirikan oleh buah berduri yang meledak saat matang atau terganggu, menyemburkan biji berlendir hingga jarak 20 kaki.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik<\/h2>\n\n<p>Mentimun sembur adalah tanaman yang tumbuh cepat dengan daun berkerut dan berbulu serta bunga kuning berbentuk lonceng. Biasanya mencapai ketinggian 12-18 inci dan lebar 1-3 kaki. Tanaman ini mengandung elaterium, senyawa dengan khasiat obat ketika dimurnikan, tetapi sangat beracun dalam bentuk mentahnya. &#8220;Buah mentimun&#8221;-nya jelas tidak bisa dimakan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Toksisitas<\/h2>\n\n<p>Penting untuk memperhatikan sifat beracun dari mentimun sembur. Elaterium d\u1ea1ng th\u00f4 c\u00f3 th\u1ec3 g\u00e2y gangguan pencernaan, diare, pendarahan, masalah ginjal, dan bahkan kematian dalam dosis besar. Oleh karena itu, penting untuk memakai alat pelindung saat menangani tanaman dan menjauhkannya dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Potensi Invasif<\/h2>\n\n<p>Mentimun sembur dianggap sebagai tanaman invasif di banyak daerah karena penyebaran benihnya yang banyak. Tanaman merambat yang menjalar dapat menyebar dengan cepat, dan buahnya yang meledak dapat berkontribusi pada munculnya tanaman baru yang jauh dari tanaman induknya. Diperlukan kehati-hatian jika memilih untuk menanam tanaman ini, terutama di daerah yang diketahui invasif.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persyaratan Pertumbuhan<\/h2>\n\n<p>Mentimun sembur tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik. Tanaman ini mentoleransi kondisi tanah yang buruk dan berbagai tingkat pH tanah. Kebutuhan airnya yang rata-rata menjadikannya relatif mudah dirawat, dan tanaman ini dapat bertahan dalam periode kekeringan singkat.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbanyakan<\/h2>\n\n<p>Perbanyakan mentimun sembur biasanya dilakukan melalui tanaman sukarela yang muncul dari biji yang disebarkan oleh buah yang meledak. Bibit ini dapat dengan hati-hati dipindahkan ke lokasi yang diinginkan di musim semi. Sebagai alternatif, biji dapat langsung disemai di kebun setelah embun beku terakhir.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perawatan<\/h2>\n\n<p>Mentimun sembur membutuhkan perawatan minimal. Tanaman ini tidak perlu diberi makan kecuali tanahnya sangat tandus. Hama dan penyakit umum dapat diatasi dengan minyak hortikultura atau semprotan fungisida.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kegunaan<\/h2>\n\n<p>Terlepas dari sifat toksik dan potensi invasifnya, mentimun sembur memiliki beberapa kegunaan terbatas dalam lanskap. Tanaman ini dapat ditanam sebagai penutup tanah musim panas untuk area yang kering dan cerah, atau ditanam untuk menyembunyikan bagian bawah pagar. Tanaman ini juga dapat dilatih untuk tumbuh pada struktur pendukung, memberikan tambahan yang unik dan menarik untuk taman.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penghapusan<\/h2>\n\n<p>Jika toksisitas atau sifat invasif mentimun sembur menjadi perhatian, tanaman ini dapat dengan mudah dihilangkan. Kenakan alat pelindung yang tepat dan cabut tanaman dengan hati-hati, buang ke dalam kantong tertutup. Penghapusan sebaiknya dilakukan pada awal musim tanam sebelum buah matang.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Informasi Tambahan<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penggunaan Obat Tradisional:<\/strong> Mentimun sembur secara historis \u0111\u00e3 \u0111\u01b0\u1ee3c s\u1eed d\u1ee5ng trong y h\u1ecdc d\u00e2n gian nh\u01b0 m\u1ed9t ph\u01b0\u01a1ng thu\u1ed1c ch\u1eefa b\u1ec7nh ph\u00f9 th\u0169ng, nh\u01b0ng penggunaannya tidak lagi \u0111\u01b0\u1ee3c khuy\u1ebfn c\u00e1o v\u00ec c\u00f3 kh\u1ea3 n\u0103ng g\u00e2y ra c\u00e1c t\u00e1c d\u1ee5ng ph\u1ee5 nghi\u00eam tr\u1ecdng.<\/li>\n<li><strong>Pilihan Penutup Tanah Alternatif:<\/strong> Bagi nh\u1eefng ng\u01b0\u1eddi t\u00ecm ki\u1ebfm m\u1ed9t lo\u1ea1i c\u00e2y ph\u1ee7 \u0111\u1ea5t \u00edt x\u00e2m l\u1ea5n v\u00e0 ph\u00f4 tr\u01b0\u01a1ng h\u01a1n, h\u00e3y c\u00e2n nh\u1eafc c\u00e1c l\u1ef1a ch\u1ecdn kh\u00e1c nh\u01b0 lentera Cina, c\u00e2y trinh n\u1eef ho\u1eb7c c\u00e2y b\u1ee5i ch\u00e1y.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n<p>Mentimun sembur adalah tanaman yang menarik dan unik, tetapi toksisitas dan potensi invasifnya harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum dibudidayakan. Dengan tindakan pencegahan dan pengelolaan yang tepat, tanaman ini dapat memberikan tambahan yang khas untuk taman sambil tetap menghormati potensi risikonya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mentimun Sembur: Tanaman Aneh dan Berpotensi Berbahaya Tinjauan Mentimun sembur, juga dikenal sebagai mentimun meledak, adalah tanaman unik dan menarik yang menarik perhatian dengan metode penyebaran benihnya yang eksplosif. Termasuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1823],"tags":[14507,14505,14504,14506,13602,9254,6251],"class_list":["post-10358","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-botany","tag-plant-curiosities","tag-exploding-cucumber","tag-squirting-cucumber","tag-seed-dispersal","tag-toxic-plants","tag-invasive-plants","tag-medicinal-plants"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10358"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10359,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10358\/revisions\/10359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}