{"id":12094,"date":"2024-07-13T06:43:25","date_gmt":"2024-07-13T06:43:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=12094"},"modified":"2024-07-13T06:43:25","modified_gmt":"2024-07-13T06:43:25","slug":"viking-raiders-norway-north-america","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/uncategorized\/viking-raiders-norway-north-america\/","title":{"rendered":"Perompak Viking: Dari Norwegia ke Amerika Utara"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Perompak Viking: Dari Norwegia ke Amerika Utara<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Warisan Viking<\/h2>\n\n<p>Dari tahun 793 hingga 1066 M, bangsa Viking, yang juga dikenal sebagai bangsa Norman, menebar ketakutan di hati banyak orang. Sebagai perompak yang terampil, mereka mengarungi kapal panjang mereka ke pelabuhan, menjarah dan merampok pemukiman. Namun, di luar reputasi mereka sebagai prajurit yang kejam, bangsa Viking juga merupakan penjelajah dan pemukim, yang didorong oleh keinginan untuk menemukan tanah baru.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jalur Bangsa Viking<\/h2>\n\n<p>Terinspirasi oleh dahaga akan petualangan dan tanah yang subur, bangsa Viking memulai perjalanan ke arah barat dari Eropa. Perjalanan mereka membawa mereka melalui jalur yang berbeda, yang masih dapat ditelusuri hingga saat ini.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Norwegia: Tanah Air Bangsa Viking<\/h2>\n\n<p>Di sepanjang pantai barat Norwegia, bangsa Viking memerintah sebagai pemukim dan perompak. Mereka membangun kapal panjang mereka di kota-kota tepi laut seperti Bergen dan Stavanger, memulai ekspedisi yang akan membawa mereka menyeberangi Atlantik.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kepulauan Shetland, Skotlandia: Benteng Bangsa Viking<\/h2>\n\n<p>Sekitar tahun 850 M, bangsa Viking tiba di Kepulauan Shetland, meninggalkan pengaruh Nordik yang bertahan lama. Bukti pemukiman mereka dapat ditemukan di situs arkeologi dan nama tempat Nordik Kuno.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kepulauan Faroe: Parlemen Bangsa Viking<\/h2>\n\n<p>Nama &#8220;Kepulauan Faroe&#8221; sendiri berasal dari bahasa Nordik Kuno. Bangsa Viking mendirikan tempat pertemuan parlemen di T\u00f3rshavn, ibu kota. Parlemen Faroe masih mengadakan pertemuan di bangunan-bangunan ini, menjadikannya parlemen tertua yang masih berfungsi di dunia.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Islandia: Surga Bangsa Viking<\/h2>\n\n<p>Pada tahun 800-an, bangsa Viking menetap di ibu kota Islandia, Reykjavik. Mereka menemukan tempat berlindung yang damai dari masa lalu mereka sebagai perompak, membangun masyarakat yang berkembang.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Greenland: Pengasingan Erik si Merah<\/h2>\n\n<p>Pada tahun 982, Erik si Merah diasingkan dari Islandia karena pembunuhan dan berlayar ke barat ke Greenland. Ia menemukan tanah yang mungkin berwarna hijau dan subur selama Periode Hangat Abad Pertengahan. Bangsa Viking menetap di Greenland selama sekitar 500 tahun sebelum menghilang secara misterius.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kanada: Pemukiman Pertama Bangsa Viking di Amerika Utara<\/h2>\n\n<p>Berabad-abad sebelum Christopher Columbus, bangsa Viking mencapai Amerika Utara pada akhir abad ke-10. Leif Erikson memimpin sekelompok pemukim ke L&#8217;Anse Aux Meadows, tempat mereka mendirikan pemukiman Viking pertama.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Situs Bangsa Viking yang Terpelihara<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jarlshof, Kepulauan Shetland<\/h2>\n\n<p>Jarlshof adalah salah satu situs arkeologi terbesar di Skotlandia, menampilkan lebih dari 4.000 tahun pemukiman. Pengunjung dapat menjelajahi reruntuhan rumah panjang Viking, rumah Neolitik, dan pertanian abad pertengahan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Up Helly Aa, Lerwick<\/h2>\n\n<p>Festival api tahunan ini merayakan warisan bangsa Viking. Keturunan bangsa Viking mengikuti kapal panjang dalam prosesi, membawa obor dan membakar replika kapal Viking pada akhirnya.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kvivik, Kepulauan Faroe<\/h2>\n\n<p>Pemukiman bangsa Viking di Kvivik menawarkan sekilas desa Viking abad ke-10. Reruntuhan termasuk fondasi rumah panjang dan lumbung.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Museum Pemukiman, Reykjavik<\/h2>\n\n<p>Reruntuhan pemukiman Viking diawetkan dalam pameran bawah tanah di Museum Pemukiman di Reykjavik. Manuskrip saga kuno juga dipajang.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gereja Hvalsey, Greenland<\/h2>\n\n<p>Dibangun sekitar tahun 1300, Gereja Hvalsey adalah reruntuhan Viking yang paling terpelihara di Greenland. Tembok batu masih berdiri, menawarkan sekilas ke era Viking.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">L&#8217;Anse Aux Meadows, Kanada<\/h2>\n\n<p>Pengunjung ke L&#8217;Anse Aux Meadows dapat menjelajahi reruntuhan sebenarnya dari pemukiman Leif Erikson dan pelabuhan perdagangan Viking yang dibangun kembali di dekatnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perompak Viking: Dari Norwegia ke Amerika Utara Warisan Viking Dari tahun 793 hingga 1066 M, bangsa Viking, yang juga dikenal sebagai bangsa Norman, menebar ketakutan di hati banyak orang. Sebagai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23861,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[88,564,16347,27,16206],"class_list":["post-12094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-archaeology","tag-exploration","tag-norse","tag-history","tag-viking"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12095,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12094\/revisions\/12095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}