{"id":1262,"date":"2020-04-13T22:22:20","date_gmt":"2020-04-13T22:22:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=1262"},"modified":"2020-04-13T22:22:20","modified_gmt":"2020-04-13T22:22:20","slug":"antonov-an-225-worlds-largest-aircraft-destroyed-ukraine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/science\/aviation-and-aerospace\/antonov-an-225-worlds-largest-aircraft-destroyed-ukraine\/","title":{"rendered":"Antonov AN-225, Pesawat Terbesar di Dunia, Hancur di Ukraina"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Antonov AN-225: Pesawat Terbesar di Dunia Hancur di Ukraina<\/h2>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Latar Belakang<\/h3>\n\n<p>Antonov AN-225, juga dikenal sebagai Mriya (&#8220;mimpi&#8221; dalam bahasa Ukraina), adalah pesawat terbesar di dunia. Awalnya dibangun sebagai bagian dari program luar angkasa Uni Soviet pada tahun 1960-an dan 1970-an untuk mengangkut pesawat ulang-alik Buran. Setelah proyek Buran dibatalkan, AN-225 dialihfungsikan untuk proyek sipil dan komersial pengangkutan berat.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penghancuran di Ukraina<\/h3>\n\n<p>Pada 24 Februari 2022, pasukan Rusia menginvasi Ukraina. Selama hari keempat invasi, AN-225 dilaporkan hancur di sebuah lapangan terbang dekat Kyiv. Pesawat tersebut sedang menjalani perawatan pada saat itu dan tidak dapat lepas landas.<\/p>\n\n<p>Pejabat Ukraina telah berjanji untuk membangun kembali Mriya, dan perusahaan Antonov telah menyatakan akan menagih Rusia biaya penggantian sebesar $3 miliar.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Desain dan Kemampuan<\/h3>\n\n<p>AN-225 adalah pesawat yang benar-benar unik. Memiliki lebar sayap 290 kaki dan panjang 276 kaki. Itu dapat mengangkut hingga 551.000 pon kargo pada kecepatan 528 mil per jam.<\/p>\n\n<p>AN-225 dirancang dengan enam mesin, memberikan daya dan kapasitas angkat yang luar biasa. Itu juga memiliki badan pesawat dan roda pendarat yang diperkuat untuk mengakomodasi beban kargo yang berat.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Misi Kemanusiaan<\/h3>\n\n<p>Sepanjang sejarah operasinya, AN-225 memainkan peran penting dalam misi bantuan kemanusiaan di seluruh dunia. Mengirimkan pasokan bantuan ke Haiti setelah gempa bumi dahsyat tahun 2010 dan mengangkut peralatan medis selama pandemi COVID-19.<\/p>\n\n<p>Kapasitas kargo yang besar dan jangkauan yang jauh dari pesawat menjadikannya aset yang tak ternilai untuk mengangkut bantuan dalam jumlah besar ke daerah yang dilanda bencana.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Warisan<\/h3>\n\n<p>Penghancuran Mriya merupakan kerugian besar bagi komunitas penerbangan dan dunia pada umumnya. Itu adalah simbol kecerdikan dan kecakapan teknik manusia.<\/p>\n\n<p>Warisan pesawat akan terus hidup melalui misi kemanusiaan yang dilakukannya dan inspirasi yang diberikannya kepada generasi penggemar penerbangan.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Komentar Ahli<\/h3>\n\n<p>Bob van der Linden, kurator transportasi udara di National Air and Space Museum, mengatakan tentang AN-225: &#8220;Itu adalah alat yang sangat mumpuni yang sangat mahir dalam mengangkut sejumlah besar bahan bantuan ke seluruh dunia.&#8221;<\/p>\n\n<p>Dia menambahkan bahwa penghancuran pesawat tersebut merupakan &#8220;kehilangan besar&#8221; bagi industri penerbangan dan bagi mereka yang bergantung pada bantuan kemanusiaan.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rencana Masa Depan<\/h3>\n\n<p>Perusahaan Antonov telah mengumumkan rencana untuk membangun kembali Mriya. Pesawat baru akan didasarkan pada desain asli tetapi akan menggabungkan bahan dan teknologi modern.<\/p>\n\n<p>Perusahaan memperkirakan bahwa Mriya baru akan selesai dalam waktu lima tahun. Itu akan terus digunakan untuk misi kemanusiaan dan operasi transportasi kargo khusus lainnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antonov AN-225: Pesawat Terbesar di Dunia Hancur di Ukraina Latar Belakang Antonov AN-225, juga dikenal sebagai Mriya (&#8220;mimpi&#8221; dalam bahasa Ukraina), adalah pesawat terbesar di dunia. Awalnya dibangun sebagai bagian&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[597],"tags":[2866,644,2867,1494,2620,1163,2868],"class_list":["post-1262","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-aviation-and-aerospace","tag-antonov-an-225","tag-humanitarian-aid","tag-mriya","tag-aviation","tag-science-and-technology","tag-ukraine","tag-worlds-largest-aircraft"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1263,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1262\/revisions\/1263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}