{"id":17720,"date":"2023-07-28T06:07:09","date_gmt":"2023-07-28T06:07:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=17720"},"modified":"2023-07-28T06:07:09","modified_gmt":"2023-07-28T06:07:09","slug":"belgiums-dark-colonial-secret-the-stolen-metis-children-of-the-congo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/uncategorized\/belgiums-dark-colonial-secret-the-stolen-metis-children-of-the-congo\/","title":{"rendered":"Rahasia Kelam Kolonial Belgia: Anak-Anak M\u00e9tis Kongo yang Dicuri"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Rahasia Kelam Kolonial Belgia: Anak-Anak M\u00e9tis Kongo yang Dicuri<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemisahan dan Pelecehan Paksa<\/h2>\n\n<p>Selama pemerintahan kolonial Belgia di Lembah Sungai Kongo, muncul kebijakan jahat: pemindahan paksa anak-anak ras campuran, yang dikenal sebagai m\u00e9tis, dari keluarga mereka. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan supremasi pemukim kulit putih dan mempertahankan hierarki ras yang ketat.<\/p>\n\n<p>Di bawah sistem ini, anak-anak berusia dua tahun diambil dari ibu mereka dan ditempatkan di bawah kendali negara, sering kali di lembaga-lembaga keagamaan. Anak-anak ini menghadapi pelecehan fisik, emosional, dan psikologis, termasuk kerja paksa, pemukulan, dan kekerasan seksual.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Korban Berbicara<\/h2>\n\n<p>Selama beberapa dekade, kisah anak-anak yang dicuri ini tetap tersembunyi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, para penyintas mulai angkat bicara, menceritakan pengalaman mengerikan mereka.<\/p>\n\n<p><strong>Bitu Bingi<\/strong>, seorang wanita m\u00e9tis, dengan jelas mengingat hari ketika dia diambil dari desanya. &#8220;Pria kulit putih tinggi &#8230; berbicara dengan salah satu paman saya, dan kemudian, kembali ke gubuk kakek-nenek saya, anak berusia 4 tahun itu memperhatikan suasana suram telah menyelimut orang dewasa.&#8221; Dia kemudian dibawa pergi secara paksa dan dikirim ke misi Katolik.<\/p>\n\n<p>Korban lainnya, <strong>Jacqui Goegebeur<\/strong>, dipisahkan dari keluarganya dan dibawa ke Belgia saat masih bayi. &#8220;Saya sudah terbiasa dengan orang kulit putih,&#8221; katanya. &#8220;Ketika saya tiba di Kigali, dikelilingi oleh orang kulit hitam, saya merasa bingung dan sangat kesepian.&#8221;<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keterlibatan Gereja<\/h2>\n\n<p>Gereja Katolik memainkan peran kunci dalam pemindahan paksa dan pelecehan anak-anak m\u00e9tis. Lembaga-lembaga yang dikelola gereja menyediakan fasilitas dan personel yang dibutuhkan untuk menerapkan kebijakan yang tidak manusiawi ini.<\/p>\n\n<p>&#8220;Tanpa gereja, tidak mungkin menerapkan sistem ini,&#8221; kata pengacara <strong>Mich\u00e8le Hirsch<\/strong>, yang mewakili sekelompok penggugat m\u00e9tis dalam gugatan terhadap pemerintah Belgia.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perhitungan Hukum<\/h2>\n\n<p>Pada tahun 2018, Dewan Perwakilan Rakyat Belgia dengan suara bulat mengesahkan Resolusi M\u00e9tis, yang mengakui peran pemerintah dalam pemisahan paksa anak-anak m\u00e9tis dan mengamanatkan studi komprehensif tentang bab kelam ini.<\/p>\n\n<p>Para penyintas juga telah mengajukan gugatan perdata terhadap pemerintah Belgia, dengan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Mereka mencari ganti rugi dan permintaan maaf atas kengerian yang mereka alami.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kanada dan Australia<\/h2>\n\n<p>Belgia bukan satu-satunya negara yang bergulat dengan warisan kolonialisme dan pemisahan paksa anak-anak adat.<\/p>\n\n<p>Kanada dan Australia baru-baru ini mengakui dan meminta maaf atas kebijakan serupa yang mengakibatkan pemindahan puluhan ribu anak adat dari keluarga mereka. Pemerintah-pemerintah ini juga telah memberikan kompensasi kepada para penyintas.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyembuhan dan Rekonsiliasi<\/h2>\n\n<p>Para penyintas kejahatan kolonial Belgia terus mencari keadilan dan pengakuan. Kisah mereka menyoroti bab memalukan dalam sejarah dan menuntut akuntabilitas dari mereka yang bertanggung jawab.<\/p>\n\n<p>&#8220;Jika Belgia tidak menghadapi kisah ini,&#8221; kata Bitu Bingi, &#8220;trauma akan diturunkan dari generasi ke generasi. Mereka melakukannya. Mereka harus membayar.&#8221;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rahasia Kelam Kolonial Belgia: Anak-Anak M\u00e9tis Kongo yang Dicuri Pemisahan dan Pelecehan Paksa Selama pemerintahan kolonial Belgia di Lembah Sungai Kongo, muncul kebijakan jahat: pemindahan paksa anak-anak ras campuran, yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23255,23256,69,1185,23258,23257,23259],"class_list":["post-17720","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-belgium","tag-congo-river-basin","tag-human-rights","tag-colonialism","tag-metis","tag-forced-separation","tag-stolen-children"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17721,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17720\/revisions\/17721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}