{"id":2339,"date":"2026-05-05T09:24:39","date_gmt":"2026-05-05T09:24:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=2339"},"modified":"2026-05-05T09:24:39","modified_gmt":"2026-05-05T09:24:39","slug":"oldest-cave-art-gabarnmung-australia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/art\/prehistoric-art\/oldest-cave-art-gabarnmung-australia\/","title":{"rendered":"Seni Gabarnmung: Mural Tertua di Dunia yang Masih Hidup"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Seni Gua Gabarnmung yang Tertua di Planet Ini?<\/h2>\n\n<p>Tersembunyi di bawah balok raksasa yang ditopang oleh deretan pilar batu tipis, para peneliti menemukan kapak batu tertua di dunia dan banyak karya seni berwarna-warni.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seni gua Gabarnmung<\/h2>\n\n<p>Seni gua Gabarnmung terletak di barat daya Arnhem Land, Wilayah Utara Australia. Lukisan-lukisan itu menutupi langit-langit tempat perlindungan batu besar seperti mural menakjubkan, dengan ratusan karya seni yang hidup dan berani. Lukisan itu pun membentang di 36 pilar batu pasir yang luar biasa, yang seperti pilar kuil menopang gua.<\/p>\n\n<p>Situs seni manusia tertua yang diakui hingga kini adalah gua Chauvet di Prancis selatan. Tapi seni Gabarnmung bisa jauh lebih tua dari karya-karya Prancis itu. Para peneliti sedang menentukan usia lukisan secara kimiawi dengan teliti. Ada alasan kuat untuk curiga bahwa Gabarnmung lebih senior.<\/p>\n\n<p>Beribu-ribu tahun sebelum gua Chauvet dihuni, manusia sudah tinggal di Gabarnmung: arang yang tertimbun di atas lapisan paling bawah gua Arnhem Land telah berkarbon usia 48.000 tahun lalu. Bagi orang Eropa, itu prasejarah; mereka tak punya hubungan langsung dengan masa itu.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Nilai budaya lukisan Gabarnmung<\/h2>\n\n<p>Yang paling penting dari lukisan gua Gabarnmung bukan usianya, juga bukan warnanya, keagungannya, atau kerumitannya. Yang penting adalah orang Jawoyn\u2014keturunan peradaban yang menciptakan karya-karya itu\u2014masih hidup. Finkel mengatakan, bagi Jawoyn,<\/p>\n\n<p>lukisan-lukisan ini, perkakas, tombak, tengkorak dan tulang yang dilumuri oksa adalah sejarah mereka.<\/p>\n\n<p>Para ilmuwan bekerja di gua untuk memahami dan menentukan usia lukisan itu, sehingga memberi Jawoyn sudut pandang ilmiah terhadap sejarah budaya mereka. Jean-Michel Geneste, peneliti dari Universitas Bordeaux, mengatakan bahwa pertukaran ini berlangsung dua arah.<\/p>\n\n<p>Jika sains bisa memberi sesuatu kepada Jawoyn, maka Jawoyn pun bisa memberi sesuatu kepada sains. Geneste menjelaskan melalui telepon dari rumah batu berusia 300 tahun di Prancis selatan: &#8220;Tak ada siapa pun yang menjelaskan gua Chauvet kepada kami. Di Prancis, itu tempat tanpa ingatan, tanpa kehidupan. Dengan Gabarnmung, kami beruntung. Ada budaya hidup, ada ingatan. Orang Jawoyn bisa membantu kami membangun pengetahuan baru.&#8221;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Seni Gua Gabarnmung yang Tertua di Planet Ini? Tersembunyi di bawah balok raksasa yang ditopang oleh deretan pilar batu tipis, para peneliti menemukan kapak batu tertua di dunia dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25421,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[155],"tags":[88,4819,253,970,1078],"class_list":["post-2339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-prehistoric-art","tag-archaeology","tag-gabarnmung-cave-art","tag-prehistory","tag-aboriginal-art","tag-ancient-art"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2339"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25422,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2339\/revisions\/25422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}