{"id":5617,"date":"2019-05-26T02:32:50","date_gmt":"2019-05-26T02:32:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=5617"},"modified":"2019-05-26T02:32:50","modified_gmt":"2019-05-26T02:32:50","slug":"replace-load-bearing-wall-support-beam-open-concept-space","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/science\/architecture-and-engineering\/replace-load-bearing-wall-support-beam-open-concept-space\/","title":{"rendered":"Cara Mengganti Dinding Penyangga Beban dengan Balok Penyangga untuk Ruang Konsep Terbuka"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengganti Dinding Penahan Beban dengan Balok Penyangga untuk Ruang Berkonsep Terbuka<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menentukan Dinding Penahan Beban<\/h2>\n\n<p>Sebelum membongkar dinding mana pun, penting untuk menentukan apakah itu dinding penahan beban. Dinding penahan beban menahan beban lantai di atasnya, jadi membongkarnya membutuhkan pemasangan balok penyangga untuk menahan beban.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Mengganti Dinding Penahan Beban<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahan:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Balok penyangga penahan beban<\/li>\n<li>Tiang King (2)<\/li>\n<li>Tiang Jack (4)<\/li>\n<li>Kolom baja sementara (opsional)<\/li>\n<li>Kayu berdimensi 2&#215;4<\/li>\n<li>Paku galvanis 3 1\/2 inci 16d atau sekrup utilitas<\/li>\n<li>Tali pengikat badai logam galvanis ukuran 16<\/li>\n<li>Plastik lembaran atau penghalang debu ZipWall<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Peralatan:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gergaji mitra atau gergaji bundar<\/li>\n<li>Palu rangka<\/li>\n<li>Meteran<\/li>\n<li>Pengukur laser<\/li>\n<li>Kolom baja yang dapat disesuaikan (opsional)<\/li>\n<li>Palu godam<\/li>\n<li>Pelindung mata<\/li>\n<li>Pelindung telinga<\/li>\n<li>Gergaji bolak-balik<\/li>\n<li>Linggis<\/li>\n<li>Pensil tukang kayu<\/li>\n<li>Kotak siku<\/li>\n<li>Tangga 6 kaki<\/li>\n<li>Dongkrak mobil (opsional)<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Petunjuk:<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Buat Sistem Penyangga:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan kolom baja yang dapat disesuaikan atau tiang 2&#215;4 yang dipotong sesuai panjang untuk menyangga langit-langit saat Anda membongkar dinding dan memasang balok.<\/li>\n<li>Pastikan penyangga ditempatkan di bawah balok langit-langit dan menempel pada lantai.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Hancurkan Dinding yang Ada:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lindungi dari debu dengan menjepit plastik atau menggunakan ZipWall.<\/li>\n<li>Gunakan palu godam atau gergaji bolak-balik untuk melepas drywall dan tiang dengan hati-hati.<\/li>\n<li>Potong pelat langit-langit dan lantai horizontal dengan gergaji bolak-balik dan cungkil untuk melepaskannya.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Pasang Tiang King:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tiang King berfungsi sebagai penyangga untuk ujung balok.<\/li>\n<li>Ukur dan potong tiang sepanjang penuh untuk setiap ujung, dan paku pada tempatnya di antara pelat lantai dan langit-langit.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Pasang Balok Sementara:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buat balok sementara dengan memaku potongan kayu 2&#215;4 atau 2&#215;6 pendek ke tiang King, kurang dari satu inci di bawah titik kontak akhir langit-langit.<\/li>\n<li>Balok-balok ini akan menahan balok pada posisinya saat tiang Jack dipasang.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Potong Balok Penyangga:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ukur jarak antara tiang King dan potong balok agar pas.<\/li>\n<li>Gunakan gergaji mitra listrik, gergaji bundar, atau gergaji tangan, pastikan potongannya tegak lurus dengan permukaan balok.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Posisikan Balok Penyangga:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Angkat balok ke tempatnya dan letakkan di atas balok sementara.<\/li>\n<li>Amankan sementara untuk mencegah pergeseran.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Gunakan Pengukur Laser untuk Memeriksa Pergerakan Balok:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pantau jarak antara langit-langit dan lantai menggunakan pengukur laser untuk mendeteksi adanya kendur.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Buat Sepatu Samping untuk Balok Penyangga:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pasang sepatu samping 2&#215;4 ke tiang King di kedua ujung balok untuk mencegah balok terlepas dari balok sementara.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Angkat Balok ke Tempatnya:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Angkat balok dengan kuat ke langit-langit dan blokir pada tempatnya di setiap ujung.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10. Pasang Tiang Jack Pertama:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ukur dan potong tiang Jack pertama agar pas di antara balok dan lantai.<\/li>\n<li>Letakkan ujung bawah bersandar pada tiang King dan ayunkan ujung atas ke arah balok hingga sedikit bergesekan.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">11. Atur Tiang Jack Pertama:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Palu tiang Jack pertama pada tempatnya dan kencangkan dengan sekrup dan paku.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">12. Atur Tiang Jack Kedua:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Potong tiang Jack kedua sedikit lebih panjang dan palu pada tempatnya, pastikan rata dengan balok.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">13. Angkat Tiang Jack (jika Diperlukan):<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika tiang Jack kedua terlalu pendek, gunakan linggis untuk mengangkat dan menyelaraskannya dengan balok.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">14. Ikat Balok Penyangga:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Paku balok ke balok langit-langit dan gunakan tali pengikat badai untuk menghubungkannya ke tiang Jack.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">15. Lepaskan Penyangga Sementara:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lepaskan dinding penyangga sementara dan perhatikan tanda-tanda tekanan pada balok atau tiang Jack.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">16. Bersihkan Puing dan Perbaiki\/Selesaikan Permukaan:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buang puing-puing konstruksi dan perbaiki drywall, trim, atau lantai yang terkena dampak pembongkaran dinding.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Menghubungi Profesional:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertimbangkan untuk menyewa kontraktor jika Anda tidak nyaman dengan proyek tersebut, jika proyek menjadi sangat rumit secara tak terduga, atau jika muncul masalah struktural.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mengganti Dinding Penahan Beban dengan Balok Penyangga untuk Ruang Berkonsep Terbuka Menentukan Dinding Penahan Beban Sebelum membongkar dinding mana pun, penting untuk menentukan apakah itu dinding penahan beban. Dinding&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9892],"tags":[297,9890,9889,1761,9891,8820,4276],"class_list":["post-5617","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-architecture-and-engineering","tag-architecture","tag-support-beam","tag-load-bearing-wall","tag-diy","tag-open-concept-space","tag-home-improvement","tag-structural-engineering"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5618,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5617\/revisions\/5618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}