{"id":5695,"date":"2021-01-26T02:20:29","date_gmt":"2021-01-26T02:20:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=5695"},"modified":"2021-01-26T02:20:29","modified_gmt":"2021-01-26T02:20:29","slug":"yellow-wood-sorrel-identification-removal-prevention","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/science\/botany\/yellow-wood-sorrel-identification-removal-prevention\/","title":{"rendered":"Tanaman\u9162\u6d46\u8349 Kuning: Identifikasi, Pemberantasan, dan Pencegahan"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanaman\u9162\u6d46\u8349 Kuning: Identifikasi, Pemberantasan, dan Pencegahan<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Identifikasi<\/h2>\n\n<p>\u9162\u6d46\u8349 kuning (Oxalis stricta) adalah gulma umum yang menyerupai semanggi. Daunnya berbentuk hati dan menjulur dari titik pusat seperti jari dari telapak tangan. Batang, cabang, dan tangkai daun memiliki bulu-bulu halus.<\/p>\n\n<p>\u9162\u6d46\u8349 memiliki warna hijau terang dan menghasilkan bunga kuning kecil berdaun lima dari pertengahan musim semi hingga musim gugur. Bunganya berdiameter sekitar 1\/2 inci. Tanaman ini biasanya tumbuh hingga 20 inci dan membentuk rumpun yang lebat.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keganasan dan Penyebaran<\/h2>\n\n<p>\u9162\u6d46\u8349 kuning dianggap sebagai tanaman invasif di beberapa wilayah, seperti Kentucky. Tanaman ini menyebar dengan cepat melalui batang horizontal (stolon) dan biji yang berakar di mana saja yang bersentuhan dengan tanah.<\/p>\n\n<p>Polong biji dapat berisi hingga 5.000 biji, memberi tanaman banyak kesempatan untuk menguasai kebun dan area lain. Selain itu, bijinya dapat disebarkan oleh angin, hewan, dan pakaian, yang memfasilitasi penyebarannya.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemberantasan<\/h2>\n\n<p>\u9162\u6d46\u8349 kuning dapat diberantas dengan tangan atau menggunakan metode kimia.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemberantasan dengan Tangan<\/h2>\n\n<p>Untuk memberantas tanaman ini secara manual, gali atau cabut tanaman ini beserta akarnya, pastikan untuk membuang sebanyak mungkin sistem akar. Akarnya luas dan dapat tumbuh kembali jika ditinggalkan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemberantasan dengan Bahan Kimia<\/h2>\n\n<p>Glifosat (Roundup) adalah larutan kimia yang efektif untuk membunuh\u9162\u6d46\u8349 kuning, termasuk akarnya. Ini adalah herbisida berspektrum luas, jadi berhati-hatilah untuk tidak membahayakan tanaman lain.<\/p>\n\n<p>Untuk halaman rumput, herbisida pasca-muncul yang mengandung triclopyr (rumput musim dingin) atau fluroksapir (rumput musim panas) dapat digunakan untuk menargetkan\u9162\u6d46\u8349 tanpa mempengaruhi rumput.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pencegahan<\/h2>\n\n<p>Mencegah\u9162\u6d46\u8349 kuning agar tidak tumbuh sejak awal sangat penting. Beberapa metode efektif meliputi:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memelihara Halaman Rumput yang Sehat:<\/strong> Halaman rumput yang tebal dan sehat dapat mengungguli\u9162\u6d46\u8349 untuk sumber daya. Taburkan benih atau pasang rumput di setiap titik yang gundul untuk mencegah gulma berakar.<\/li>\n<li><strong>Melapisi Tempat Tidur Taman:<\/strong> Mulsa membantu menekan pertumbuhan gulma dengan menghalangi sinar matahari. Gunakan lapisan mulsa organik setebal dua hingga tiga inci untuk mencegah\u9162\u6d46\u8349 berkecambah.<\/li>\n<li><strong>Pemeriksaan Tekun:<\/strong> Periksa halaman rumput dan tempat tidur taman Anda secara teratur untuk mencari tanda-tanda\u9162\u6d46\u8349. Buang semua tanaman segera setelah muncul untuk mencegah produksi benih.<\/li>\n<li><strong>Aplikasi Herbisida:<\/strong> Herbisida pasca-muncul dapat digunakan untuk mengendalikan\u9162\u6d46\u8349 yang ada dan mencegah penyebarannya. Oleskan pada akhir musim semi saat gulma sedang aktif tumbuh dan sebelum menghasilkan biji.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membedakan antara\u9162\u6d46\u8349 Kuning dan Semanggi<\/h2>\n\n<p>\u9162\u6d46\u8349 kuning sering dikacaukan dengan semanggi merah atau putih, tetapi ada perbedaan utama:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bentuk Daun:<\/strong> Daun\u9162\u6d46\u8349 berbentuk hati, sedangkan daun semanggi berbentuk oval.<\/li>\n<li><strong>Warna Bunga:<\/strong>\u9162\u6d46\u8349 memiliki bunga kuning cerah, sedangkan semanggi putih memiliki bunga putih dan semanggi merah memiliki bunga merah muda.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Informasi Tambahan<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penggunaan yang Dapat Dimakan:<\/strong> Semua bagian\u9162\u6d46\u8349 kuning dapat dimakan dan memiliki rasa yang tajam. Tanaman ini dapat ditambahkan ke salad atau digunakan untuk membuat teh atau minuman lainnya.<\/li>\n<li><strong>Toksisitas:<\/strong>\u9162\u6d46\u8349 kuning mengandung asam oksalat, yang dapat beracun bagi kucing, anjing, dan ternak dalam jumlah banyak.<\/li>\n<li><strong>Kesalahan Identifikasi:<\/strong>\u9162\u6d46\u8349 terkadang diberi label yang salah dan dijual sebagai shamrock selama musim Hari St. Patrick.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanaman\u9162\u6d46\u8349 Kuning: Identifikasi, Pemberantasan, dan Pencegahan Identifikasi \u9162\u6d46\u8349 kuning (Oxalis stricta) adalah gulma umum yang menyerupai semanggi. Daunnya berbentuk hati dan menjulur dari titik pusat seperti jari dari telapak tangan.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1823],"tags":[9995,924,8862,9254,9115],"class_list":["post-5695","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-botany","tag-yellow-wood-sorrel","tag-nature-photography","tag-weed-identification","tag-invasive-plants","tag-gardening-tips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5696,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5695\/revisions\/5696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}