{"id":6236,"date":"2024-06-15T23:01:30","date_gmt":"2024-06-15T23:01:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=6236"},"modified":"2024-06-15T23:01:30","modified_gmt":"2024-06-15T23:01:30","slug":"growing-and-caring-for-purple-heart","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/life\/gardening\/growing-and-caring-for-purple-heart\/","title":{"rendered":"Cara Menanam dan Merawat Inchberry: Panduan Lengkap untuk Pemula"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Menanam dan Merawat Tanaman Inchberry: Panduan Lengkap<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tinjauan Umum<\/h2>\n\n<p>Inchberry (Tradescantia pallida), juga dikenal sebagai laba-laba ungu, adalah tanaman merambat tahunan yang populer yang dikenal dengan batang ungu cerah dan bunga-bunga merah muda kecil. Berasal dari Amerika Tengah, tanaman ini tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh atau teduh parsial dengan tanah yang dikeringkan dengan baik.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persyaratan Perawatan<\/h2>\n\n<p><strong>Sinar matahari:<\/strong> Inchberry lebih menyukai sinar matahari penuh tetapi dapat mentolerir teduh parsial. Dalam kondisi cahaya redup, batangnya mungkin tampak lebih hijau daripada ungu.<\/p>\n\n<p><strong>Tanah:<\/strong> Sediakan tanah yang dikeringkan dengan baik dengan kisaran pH dari sedikit asam hingga sedikit basa. Tanah liat, berpasir, lempung, atau lanau semuanya cocok.<\/p>\n\n<p><strong>Air:<\/strong> Inchberry tahan kekeringan dan membutuhkan penyiraman sedang. Biarkan lapisan atas tanah sedikit mengering sebelum menyiram. Tanaman muda mungkin perlu lebih sering disiram.<\/p>\n\n<p><strong>Pupuk:<\/strong> Pemupukan tidak diperlukan untuk tanaman luar ruangan tetapi dapat diberikan sekali atau dua kali selama musim tanam untuk tanaman dalam ruangan. Gunakan larutan yang diencerkan dengan setengah kekuatan.<\/p>\n\n<p><strong>Pemangkasan:<\/strong> Pangkas Inchberry selama bulan-bulan hangat setelah periode mekar untuk mencegahnya tumbuh berkaki panjang. Gunakan gunting tajam dan kenakan sarung tangan karena getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbanyakan<\/h2>\n\n<p>Inchberry mudah diperbanyak dengan stek batang:<\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Potong batang sepanjang 7 hingga 15 cm dengan setidaknya satu buku.<\/li>\n<li>Buang daun dari ujung bawah stek.<\/li>\n<li>Celupkan ujungnya ke dalam hormon perakaran (opsional).<\/li>\n<li>Tanam stek dalam campuran media pot tanpa tanah dan jaga kelembapannya.<\/li>\n<li>Akar akan berkembang dalam beberapa minggu.<\/li>\n<\/ol>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penanaman dan Pemindahan<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan campuran media pot yang dikeringkan dengan baik yang meliputi gambut atau sabut kelapa, perlit, dan kompos.<\/li>\n<li>Pilih wadah dengan lubang drainase untuk mencegah busuk akar.<\/li>\n<li>Pindahkan saat akar mulai keluar melalui lubang drainase, biasanya di musim semi.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Musim Dingin<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Di zona tahan banting USDA 7-11, Inchberry dapat bertahan hidup di musim dingin di luar ruangan.<\/li>\n<li>Di zona yang lebih dingin, bawalah ke dalam ruangan sebelum embun beku pertama dan letakkan di tempat yang cerah.<\/li>\n<li>Siram secukupnya dan pangkas batang yang berkaki panjang.<\/li>\n<li>Pindahkan tanaman ke luar ruangan lagi setelah tanggal embun beku terakhir.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hama dan Penyakit<\/h2>\n\n<p>Inchberry umumnya tahan hama, tetapi dapat menarik:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ulat<\/li>\n<li>Siput<\/li>\n<li>Kutu daun<\/li>\n<li>Kumbang akar<\/li>\n<li>Kutu putih<\/li>\n<li>Sisik<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Buat penghalang pelindung di sekitar tanaman menggunakan kerikil, serpihan kayu, atau tanah diatom.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mendorong Mekar<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berikan banyak sinar matahari (6 jam atau lebih per hari).<\/li>\n<li>Hindari pemupukan berlebihan.<\/li>\n<li>Buang bunga yang sudah layu untuk mendorong pertumbuhan baru.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengatasi Masalah<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengapa Inchberry saya berubah menjadi hijau?<\/strong> Sinar matahari tidak cukup.<\/li>\n<li><strong>Apakah Inchberry termasuk sukulen?<\/strong> Ya, daunnya yang tebal menyimpan air.<\/li>\n<li><strong>Bagaimana cara mencegah Inchberry tumbuh berkaki panjang?<\/strong> Jepit ujung batang baru dan kenakan sarung tangan untuk menghindari iritasi kulit.<\/li>\n<li><strong>Apakah Inchberry sama dengan Moses-in-the-cradle?<\/strong> Tidak, mereka adalah spesies berbeda dengan persyaratan perawatan yang serupa.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kiat Tambahan<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertimbangkan untuk menggunakan lampu tanam untuk tanaman dalam ruangan untuk memastikan sinar matahari yang cukup.<\/li>\n<li>Pangkas tanaman berkaki panjang untuk mendorong pertumbuhan yang lebat.<\/li>\n<li>Buang bunga yang sudah layu untuk memperpanjang masa berbunga.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menanam dan Merawat Tanaman Inchberry: Panduan Lengkap Tinjauan Umum Inchberry (Tradescantia pallida), juga dikenal sebagai laba-laba ungu, adalah tanaman merambat tahunan yang populer yang dikenal dengan batang ungu cerah dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":23666,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8813],"tags":[8848,10646,10648,8849,99,10647],"class_list":["post-6236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gardening","tag-gardening","tag-purple-heart","tag-perennial-vine","tag-plant-care","tag-lifescienceart","tag-tradescantia-pallida"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6237,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6236\/revisions\/6237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}