{"id":9162,"date":"2019-01-31T11:28:20","date_gmt":"2019-01-31T11:28:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=9162"},"modified":"2019-01-31T11:28:20","modified_gmt":"2019-01-31T11:28:20","slug":"how-to-build-a-pea-gravel-patio-a-step-by-step-guide","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/life\/home-and-garden\/how-to-build-a-pea-gravel-patio-a-step-by-step-guide\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Teras Kerikil: Panduan Langkah demi Langkah"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membuat Teras Kerikil: Panduan Langkah demi Langkah<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahan:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>2 meter kubik kerikil<\/li>\n<li>8 balok kayu lanskap bertekanan 4&#215;6\u2033 atau 3&#215;4\u2033, panjang 8 kaki<\/li>\n<li>24 batang tulangan #4, panjang 12 inci<\/li>\n<li>Kain lanskap<\/li>\n<li>Pasak kain lanskap (staples taman)<\/li>\n<li>Pita pengukur<\/li>\n<li>Sekop<\/li>\n<li>Mattock atau beliung (opsional)<\/li>\n<li>Penggaruk<\/li>\n<li>Bor dan mata bor kayu 1\/2 inci<\/li>\n<li>Palu tangan<\/li>\n<li>Gerobak dorong atau kereta taman<\/li>\n<li>Selang taman dan nosel semprot (opsional)<\/li>\n<li>Stamper tangan<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Petunjuk:<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Pilih Ruang Teras<\/h2>\n\n<p>Pilih lokasi yang rata dan bebas dari tumbuh-tumbuhan. Hindari lereng curam, karena kerikil dapat bergeser. Pastikan area tersebut tidak berada di zona lalu lintas tinggi untuk mencegah kerikil berhamburan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Pesan Kerikil<\/h2>\n\n<p>Untuk teras berukuran 16 kaki kali 16 kaki, kedalaman 3 inci, Anda akan membutuhkan sekitar 1,58 meter kubik kerikil. Pesan 2 yard penuh untuk memastikan Anda memiliki cukup untuk mengisi kembali kerikil yang hilang seiring waktu.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Buat Bingkai Persegi<\/h2>\n\n<p>Tandai sekeliling teras menggunakan benang. Ukur diagonal untuk memastikan bingkai berbentuk persegi.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Gali Area<\/h2>\n\n<p>Singkirkan semua tumbuh-tumbuhan, batu, dan puing-puing dari area teras. Gunakan sekop atau mattock untuk memotong akar apa pun.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Ratakan dan Padatkan<\/h2>\n\n<p>Ratakan tanah dengan penggaruk dan padatkan secara menyeluruh dengan berjalan di atasnya atau menggunakan stamper tangan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Tata Balok Kayu Bingkai<\/h2>\n\n<p>Susun balok kayu lanskap untuk membentuk persegi. Tumpang tindih balok kayu di sudut untuk membuat bingkai yang kokoh.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Amankan Balok Kayu<\/h2>\n\n<p>Bor tiga lubang berdiameter 1\/2 inci melalui setiap balok kayu dan masukkan potongan tulangan #4 sepanjang 12 inci ke setiap lubang. Tancapkan tulangan rata dengan atau sedikit di bawah permukaan kayu.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Pasang Kain Lanskap<\/h2>\n\n<p>Gulung kain lanskap ke seluruh area teras, tumpang tindih lembaran sejauh 4 inci. Amankan kain dengan pasak kain lanskap.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Tambahkan Kerikil<\/h2>\n\n<p>Lemparkan sekop kerikil di atas kain lanskap untuk mengamankannya. Isi titik-titik kosong dan sebarkan kerikil secara merata dengan penggaruk. Ratakan permukaan dengan penggaruk dan semprot dengan air untuk membersihkannya.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips untuk Menstabilkan Teras Kerikil:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan kisi penstabil kerikil untuk mencegah kerikil bergeser.<\/li>\n<li>Tambahkan satu inci kerikil ekstra untuk menambah cadangan guna menutupi kerikil yang hilang seiring waktu.<\/li>\n<li>Buat dinding penahan di sekeliling teras untuk menjaga kerikil tetap di tempatnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan:<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa dasar terbaik untuk teras kerikil?<\/h2>\n\n<p>Kain lanskap adalah dasar terbaik untuk teras kerikil. Kain ini mencegah gulma dan memberikan stabilitas.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Anda bisa menstabilkan teras kerikil?<\/h2>\n\n<p>Anda dapat menstabilkan teras kerikil dengan menggunakan kisi penstabil kerikil, menambahkan kerikil ekstra, atau membangun dinding penahan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis kerikil apa yang terbaik untuk teras?<\/h2>\n\n<p>Kerikil adalah salah satu pilihan terbaik untuk teras karena mudah dikerjakan, tahan terhadap cuaca, dan memungkinkan drainase.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa banyak kerikil yang saya perlukan untuk teras kerikil?<\/h2>\n\n<p>Untuk teras berukuran 16 kaki kali 16 kaki, kedalaman 3 inci, Anda akan membutuhkan sekitar 1,58 meter kubik kerikil.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara mencegah gulma tumbuh di teras kerikil:<\/h2>\n\n<p>Kain lanskap adalah cara terbaik untuk mencegah gulma tumbuh di teras kerikil.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara mencegah kerikil berhamburan:<\/h2>\n\n<p>Gunakan kisi penstabil kerikil atau buat dinding penahan di sekeliling teras untuk mencegah kerikil berhamburan.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara membuat teras kerikil lebih nyaman untuk dilewati:<\/h2>\n\n<p>Tambahkan satu inci kerikil ekstra ke teras agar lebih nyaman untuk dilewati.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara membuat teras kerikil dengan lubang api:<\/h2>\n\n<p>Buat area melingkar atau persegi di tengah teras dan gali lubang untuk lubang api. Lapisi lubang dengan bahan tahan api dan letakkan lubang api di dalam lubang.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara membuat teras kerikil dengan dinding penahan:<\/h2>\n\n<p>Bangun dinding penahan di sekeliling teras menggunakan balok beton, batu bata, atau batu alam. Isi dinding penahan dengan tanah dan padatkan secara menyeluruh.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Membuat Teras Kerikil: Panduan Langkah demi Langkah Bahan: 2 meter kubik kerikil 8 balok kayu lanskap bertekanan 4&#215;6\u2033 atau 3&#215;4\u2033, panjang 8 kaki 24 batang tulangan #4, panjang 12&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8825],"tags":[9594,8822,10780,13474,8952],"class_list":["post-9162","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-home-and-garden","tag-garden-design","tag-backyard-oasis","tag-diy-patio","tag-pea-gravel-patio","tag-outdoor-living"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9163,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9162\/revisions\/9163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}