{"id":9724,"date":"2020-06-23T21:30:07","date_gmt":"2020-06-23T21:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/?p=9724"},"modified":"2020-06-23T21:30:07","modified_gmt":"2020-06-23T21:30:07","slug":"brick-backsplash-installation-and-maintenance-guide","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/uncategorized\/brick-backsplash-installation-and-maintenance-guide\/","title":{"rendered":"Backsplash Bata: Panduan Memasang dan Merawat Fitur Dapur Abadi"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Backsplash Bata: Panduan Langkah demi Langkah untuk Memasang dan Memelihara Fitur Dapur Abadi<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memilih Bahan yang Tepat untuk Backsplash Bata Anda<\/h2>\n\n<p>Backsplash bata menawarkan sentuhan unik dan bergaya untuk dapur mana pun. Saat memilih bahan, pemilik rumah memiliki dua pilihan utama: bata veneer dan panel bata imitasi.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bata Veneer:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tipis dan ringan, sehingga mudah dipasang<\/li>\n<li>Tersedia dalam berbagai warna dan gaya<\/li>\n<li>Tahan api dan tahan benturan<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Panel Bata Imitasi:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terbuat dari polystyrene dan memiliki kesan beberapa bata<\/li>\n<li>Mudah dipasang dengan lem atau lembaran tempel<\/li>\n<li>Tahan air dan tahan api<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pro dan Kontra Bahan Backsplash Bata<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bata Veneer<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pro:<\/strong>\n<ul>\n<li>Tahan api<\/li>\n<li>Tahan benturan<\/li>\n<li>Tampak seperti bata asli<\/li>\n<\/ul><\/li>\n<li><strong>Kontra:<\/strong>\n<ul>\n<li>Harus disegel agar tahan air<\/li>\n<li>Sulit dibersihkan<\/li>\n<li>Rentan terkelupas<\/li>\n<li>Membutuhkan mortar dan nat<\/li>\n<\/ul><\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Panel Bata Imitasi<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pro:<\/strong>\n<ul>\n<li>Ringan<\/li>\n<li>Mudah dipasang<\/li>\n<li>Mudah dibersihkan<\/li>\n<li>Tahan air<\/li>\n<\/ul><\/li>\n<li><strong>Kontra:<\/strong>\n<ul>\n<li>Lebih mudah rusak daripada bata veneer<\/li>\n<li>Mungkin tidak terlihat asli<\/li>\n<li>Tidak tahan api<\/li>\n<\/ul><\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memasang Backsplash Bata Veneer<\/h2>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahan:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bata veneer<\/li>\n<li>Mortar tipis<\/li>\n<li>Nat<\/li>\n<li>Obeng manual<\/li>\n<li>Bor nirkabel<\/li>\n<li>Gergaji ubin basah atau gergaji besi<\/li>\n<li>Meteran<\/li>\n<li>Jointer bata<\/li>\n<li>Trowel berlekuk persegi<\/li>\n<li>Penyedot debu toko<\/li>\n<li>Kuas cat<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Langkah:<\/h2>\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ukur area backsplash<\/strong> untuk menentukan jumlah bata veneer yang dibutuhkan.<\/li>\n<li><strong>Siapkan substrat<\/strong> dengan mengampelas drywall secara ringan dan membersihkannya dengan penyedot debu toko.<\/li>\n<li><strong>Oleskan mortar tipis<\/strong> ke dinding menggunakan sisi trowel yang berlekuk persegi.<\/li>\n<li><strong>Tekan bata veneer pada tempatnya<\/strong> dan tahan hingga menempel, sisakan celah 1\/4 inci antar bata.<\/li>\n<li><strong>Potong bata veneer<\/strong> menggunakan gergaji ubin basah atau gergaji besi agar pas di sekitar penghalang atau di bagian atas backsplash.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan nat<\/strong> ke sambungan dan ratakan dengan alat penyambung.<\/li>\n<li><strong>Kalafatkan<\/strong> celah antara bagian bawah bata dan meja dapur.<\/li>\n<li><strong>Tutup permukaan<\/strong> dengan sealer beton untuk melindungi bata dari kelembapan dan noda.<\/li>\n<\/ol>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips:<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan mistar untuk membuat celah yang rata antara baris bata pertama dan meja dapur.<\/li>\n<li>Taburkan air pada bata veneer untuk menguji apakah sudah cukup kedap air. Jika air membentuk butiran, maka sudah cukup kedap air.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perawatan dan Pembersihan Backsplash Bata<\/h2>\n\n<p>Backsplash bata relatif mudah dirawat, tetapi pembersihan dan penyegelan yang tepat sangat penting.<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bersihkan backsplash secara teratur menggunakan deterjen ringan dan air hangat.<\/li>\n<li>Hindari penggunaan pembersih atau spons abrasif yang dapat menggores bata.<\/li>\n<li>Segel ulang bata dan nat setiap beberapa tahun untuk melindunginya dari kelembapan dan noda.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertimbangan Tambahan<\/h2>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Daya Tahan:<\/strong> Bata veneer kurang tahan lama dibandingkan permukaan keras lainnya, karena serpihan atau goresan dapat memperlihatkan badan seperti semen abu-abu. Namun, bata tipis yang diekstrusi tidak memiliki masalah ini.<\/li>\n<li><strong>Ukuran dan Jarak:<\/strong> Bata veneer tersedia dalam ukuran yang sesuai dengan bata asli, sedangkan panel bata imitasi lebih besar dan berukuran sempurna untuk celah antara meja dapur dan lemari dinding.<\/li>\n<li><strong>Biaya:<\/strong> Backsplash bata biasanya berharga antara $250 dan $350 untuk 16 kaki persegi material. Panel bata veneer imitasi sedikit lebih mahal, tetapi dapat mengurangi kebutuhan akan bahan dan peralatan tambahan.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Backsplash Bata: Panduan Langkah demi Langkah untuk Memasang dan Memelihara Fitur Dapur Abadi Memilih Bahan yang Tepat untuk Backsplash Bata Anda Backsplash bata menawarkan sentuhan unik dan bergaya untuk dapur&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13984,9075,8820],"class_list":["post-9724","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-brick-backsplash","tag-kitchen-design","tag-home-improvement"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9725,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9724\/revisions\/9725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lifescienceart.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}