Krokodil: Pengganti Heroin yang Memakan Daging
Apa itu Krokodil?
Krokodil adalah pengganti heroin yang murah dan berbahaya yang baru-baru ini muncul di Amerika Serikat. Ia dikenal karena sifatnya yang memakan daging, yang dapat menyebabkan kerusakan kulit parah bahkan kematian.
Sejarah Krokodil
Krokodil pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada 1930-an sebagai calon pengganti morfin. Namun, segera diketahui bahwa zat ini sangat adiktif dan tidak pernah disetujui untuk penggunaan medis.
Pada awal 2000-an, Krokodil mulai muncul di Rusia, di mana ia dengan cepat menjadi masalah besar. Diperkirakan Krokodil bertanggung jawab atas kematian ribuan orang Rusia.
Bagaimana Krokodil Mempengaruhi Tubuh
Krokodil dibuat dari berbagai bahan kimia, termasuk kodein, pencuci cat, bensin, dan cairan pemantik api. Bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:
- Kerusakan dan infeksi kulit
- Gangren
- Kegagalan organ
- Kematian
Kecanduan Krokodil
Krokodil sangat adiktif, dan pengguna dapat dengan cepat mengembangkan toleransi terhadap obat ini. Hal ini dapat menimbulkan siklus kecanduan yang berbahaya, karena pengguna mengonsumsi lebih banyak obat untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama.
Pengobatan Kecanduan Krokodil
Tidak ada pengobatan khusus untuk kecanduan Krokodil. Namun, pengobatan untuk kecanduan opioid bisa membantu mengurangi keinginan dan mencegah kekambuhan.
Mencegah Penggunaan Krokodil
Cara terbaik untuk mencegah penggunaan Krokodil adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya obat ini. Orang tua, guru, dan anggota masyarakat lainnya dapat berperan dalam mencegah penggunaan Krokodil dengan berbicara kepada anak muda tentang risiko penyalahgunaan narkoba.
Informasi Tambahan
- Krokodil juga dikenal sebagai “heroin pemakan daging” atau “crocodile.”
- Obat ini biasanya disuntikkan, dan efeknya dapat berlangsung selama beberapa jam.
- Krokodil saat ini tidak tercantum sebagai zat terkendali di Amerika Serikat, namun DEA khawatir akan potensinya menjadi masalah besar.
